histats

4 Macam Hormon Penyebab Jerawat dan Cara Mengatasinya 2019

Ada banyak sekali penyebab munculnya jerawat dan salah satunya adalah fluktuasi hormon dalam tubuh. Karena itulah muncul istilah jerawat hormonal. Begitu pula hormon penyebab jerawat bermacam-macam tergantung kondisi tubuh, usia, maupun jenis kelamin. Masalah naik turunnya hormon tersebut sebenarnya bisa diatasi dan dicegah dengan pola hidup yang sehat.

Jerawat karena hormon bisa tumbuh dimana saja, khususnya area wajah seperti pipi, dagu, dan hidung. Tingkat keparahannya pun beragam tergantung pada kondisi kulit Anda. Jika kulit Anda cenderung berminyak, maka cenderung lebih banyak jerawat yang tumbuh.

Macam-Macam Hormon yang Menyebabkan Jerawat

jerawat hormon
cara menstabilkan hormon penyebab jerawat

Tidak banyak hormon yang berpengaruh terhadap kesehatan kulit, khususnya yang bisa menimbulkan jerawat. Secara umum ada empat komponen hormon yaitu testosterone, androgen, estrogen, dan progesteron, dimana masing-masing sebenarnya masih berhubungan.

Semua hormon tersebut ada dalam tubuh laki-laki maupun perempuan dalam jumlah tertentu dan jika tidak seimbang, bisa menyebabkan munculnya jerawat. Berikut adalah penjelasannya.

1. Testosterone

Merupakan hormon jerawat yang umumnya ada dan diproduksi dalam tubuh laki-laki, dimana jumlah kadarnya meningkat saat usia pubertas dan puncaknya pada usia 20 tahun. Saat kadarnya meningkat itulah bisa menimbulkan jerawat. Jadi, tak heran jika mereka sering jerawatan saat usia-usia puber dan akan menurun dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

Namun, sebenarnya hormon tersebut juga ada dan diproduksi dalam tubuh perempuan, khususnya di ovarium dalam jumlah kecil. Begitu pula kadar jumlahnya jauh lebih rendah daripada yang ada dalam tubuh laki-laki.

Bagi perempuan ada kalanya hormon testosterone meningkat, seperti menjelang menstruasi. Hormon tersebut kemudian membantu meningkatkan produksi minyak dalam kulit dan menyumbat pori-pori, sehingga bakteri P.acne muncul dan menimbulkan jerawat hormon. Jadi, perempuan yang akan mentsruasi jerawatan terlebih dahulu merupakan hal yang wajar.

2. Androgen

Merupakan hormon yang penting dalam sistem reproduksi laki-laki. Namun, juga terdapat dalam diri wanita dalam jumlah yang lebih sedikit. Hormon androgen penyebab jerawat inilah yang sering membuat kaum wanita menderita karena adanya peningkatan jumlah kadar.

Hormon tersebut mengalami peningkatan jumlah produktifitas pada saat tertentu seperti menjelang menopause, menstruasi, hingga saat hamil. Peningkatan juga terjadi bagi remaja usia puber yang menyebabkan produksi minyak dalam kulit terus meningkkat hingga akhirnya menimbulkan jerawat.

Terlebih jika ditambah dengan jumlah hormon estrogen yang menurun drastis, sehingga tidak seimbang hingga menimbulkan jerawat.

3. Estrogen

Yaitu salah satu hormon penyebab jerawat pada wanita, khususnya bagi mereka yang sudah berusia dewasa hingga tua. Hal itu disebabkan jumlah kadarnya yang menurun drastis dan tidak seimbang dengan jenis hormon lainnya. Tak heran jika wanita dalam masa menopause bisa berjerawat.
Hormon estrogen mengalami peningkatan menjelang hingga saat menstruasi. Bersama dengan hormon progesteron, ia dapat merangsang produksi sebum dan bercampur dengan sel kulit mati, sehingga menimbulkan penyumbatan pada pori-pori kulit.

4. Progesterone

Adalah hormon yang mempunyai peran penting dalam sistem reproduksi wanita. Progesterone diproduksi secara alami dalam tubuh wanita dan pada saat tertentu mengalami peningkatan seperti menjelang menstruasi dan saat hamil. Sehingga, saat itulah kebanyakan wanita timbul jerawat.

Sedangkan bagi wanita usia dewasa hingga tua, jumlah kadar hormon progesterone menurun khususnya ketika menopause. Sebab, seiring dengan bertambahnya usia seseorang, produktifitas hormon dalam tubuh juga menurun, sehingga timbul jerawat hormon tak stabil.

Hormon yang satu ini juga tersedia dalam bentuk buatan yaitu suplemen dan seringkali terkandung dalam pil KB suntik untuk tiga bulan sekali. Pemberian suplemen tersebut bertujuan untuk tambahan atau penurunan kadar hormon dalam tubuh seseorang seperti saat menopause, keguguran yang berulang, dan gangguan menstruasi.

Penggunaan suplemen tersebut tentu harus berdasarkan aturan dan pengawasan dokter. Selain itu juga tidak dianjurkan bagi perokok, penderita gangguan hati, ginjal, jantung, hingga asma.

Cara Mengatasi Jerawat Karena Hormon

cara mengatasi jerawat karena hormon
jerawat karena hormon

Ada banyak sekali cara mengatasi jerawat hormon, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika memang mengalaminya. Berikut adalah beberapa upaya untuk mengatasi jerawat karena hormon:

1. Pil KB

Pil KB bisa menjadi obat jerawat karena hormon karena mengandung ethinylestradiol. Selain itu juga mengandung protein yang dapat membantu menyerap hormon testosterone secara maksimal dalam darah, sehingga bisa mengurangi produksi minyak. Hanya saja pil ini tidak dianjurkan bagi wanita perokok, hipertensi, kanker payudara, dan gangguan pembekuan darah.

2. Obat antiandrogen

Salah satu cara mengurangi hormon berlebihan adalah konsumsi obat antiandrogen. Diantara obat antiandrogen yang baik adalah spironolacton yang juga bisa digunakan untuk mengobati hipertensi.

Konsumsi antiandrogen tentu bertujuan untuk mengurangi kadar hormon androgen penyebab jerawat pada tubuh agar tercipta keseimbangan dengan hormon lainnya. Anda bisa mendapatkannya di apotek sesuai dengan resep dokter khusus. Jadi, pemberian atau konsumsi obat antiandrogen ini cocok bagi Anda yang menderita jerawat akibat hormon hiperandrogen.

3. Konsumsi makanan sehat dan seimbang

Salah satu cara menstabilkan hormon penyebab jerawat adalah konsumsi makanan sehat dan seimbang. Sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak berlebihan dan kadar gula tinggi. Selain itu, jangan terlalu banyak konsumsi karbohidrat untuk menjaga berat badan yang ideal.

Sebab, obesitas juga menjadi salah satu penyebab jerawat hormon karena dalam kondisi tersebut kadar testosterone dalam tubuh meningkat, sedangkan SHBH menurun. Tentu saja hal itu membuat keduanya tidak seimbang dan memunculkan jerawat. Jadi, cara mengurangi hormon penyebab jerawat adalah dengan menjaga pola makan sehat dan seimbang.

4. Menjaga kesehatan kulit

Kesehatan kulit sangat penting untuk mencegah dan mengatasi jerawat hormon. Gunakan tabir surya setiap saat melakukan aktifitas di luar ruangan. Sebaiknya gunakan produk perawatan dan kecantikan yang berlabel nonacnegenic dan noncomedogenic. Hal itu bertujuan agar jerawat akibat hormon tidak tumbuh lebih parah.

5. Konsumsi suplemen dan teh hijau

Salah satu cara menyeimbangkan hormon penyebab jerawat adalah konsumsi suplemen. Sebaiknya cari suplemen yang mengandung klorofil, zick, minyak ikan, dan spirulina. Mengingat semua kandungan tersebut bisa membantu mengontrl produktifitas minyak dalam tubuh dan detoksifikasi.

Selain itu juga dianjurkan untuk konsumsi teh hijau yang baik untuk kesehatan kulit seperti menghaluskan, memperbaiki kulit akibat jerawat, dan mengurangi peradangan kulit berjerawat. Konsumsi teh hijau tersebut sebaiknya dilakukan secara teratur dalam jangka waktu tertentu.

Bisa disimpulkan bahwa jerawat karena ketidakstabilan hormone hanya muncul pada saat-saat tertentu saja, sehingga berbeda dengan jerawat pada umumnya. Upaya mencegah dan menghilangkan jerawat karena hormon juga berbeda dengan yang lainnya. Jadi, jika beberapa cara di atas sudah Anda coba, namun belum ada hasil sebaiknya konsultasikan pada dokter khusus.

Pada dasarnya setiap hormon penyebab jerawat yang ada dalam tubuh bisa meningkat dan menurun kadarnya. Namun, hal itu bisa dicegah melalui kebiasaan diri dan pola hidup yang sehat serta makan seimbang. Selain itu juga bisa diatasi dengan obat-obatan khusus yang tersedia di apotek dan dari dokter.

Leave a Comment